Pengobatan Glaukoma

Pengobatan Glaukoma – Hallo sobat.! ketemu lagi dengan admin lepaskacamata.com bagaimana kabarnya? baik? semoga selalu dalam keadaan baaik-baik saja ya, oke pada kesempatan kali ini kita akan memebahas tentang pengobatan glaukoma, jika sobat menderita glaukoma atau sedang mencari artikel tentang cara penyembuhan glaukoma yang tanpa operasi, sobat menemukan artikel yang tepat, oke langsung saja kita bahas tentang pengobatan glaukoma dibawah ini.

Glaukoma adalah kerusakan mata yang menyebabakan gangguan pada pengelihatan dan kebutaan, hal ini biasanya disebabakan oleh tingginya tekanan bola mata, hal ini disebabkan oleh Saraf mata, saraf mata adalah sekumpulan serat saraf yang bertugas menghubungkan retina ke otak. Saat saraf mata rusak, sinyal yang menyampaikan apa yang sobat lihat ke otak akan terganggu. Secara perlahan, hal ini dapat menyebabkan hilangnya penglihatan atau bisa disebut dengan kebutaan.

Glaukoma juga menjadi salah satu penyebab kebutaan, dan glaukoma juga sering terjadi, walupun bisa terjadi pada semua usia tapi pada umumnya glaukoma sering terjadi pada umur lebih dari 60 tahun.

Tanda-tanda dan gejala glaukoma tergantung dari jenis glaukoma yang diderita, tanda-tanda dan gejalanya diantaranya adalah:

  • Glaukoma sudut terbuka

pada awalnya tidak akan timbul gejala. Namun, sobat mungkin akan melihat blind spot yang berupa area kecil pada penglihatan tepi atau pusat mata sobat. Keluhan yang muncul dapat berupa penglihatan seperti mengerucut ke depan seperti terowongan atau melihat titik kehitaman yang melayang mengikuti gerakan bola sobat.

  • Glaukoma sudut tertutup

Gejala yang muncul adalah berupa sakit kepala yang berat, nyeri pada mata, mual dan muntah, penglihatan menjadi kabur, lingkaran halo di sekitar cahaya dan mata menjadi merah.

  • Glaukoma kongenital (bawaan lahir)

Kondisi tekanan pada bola mata ini terjadi pada bayi yang baru lahir. sobat dapat mengetahuinya dalam setahun pertama kehidupan. jika hal ini terjadi lebih baik kontrol ke dokter spesialis anak secara teratur.

  • Glaukoma sekunder

Glaukom jenis ini disebabkan oleh penyakit lain. Gejala dan tandanya juga mirip dengan glaukoma lainnya.

Tapi juga bisa ada tanda-tanda lain yang tidak disebutkan diatas.

Lalu apakah penyebab dari glaukoma ini? Penyebab utama dari glaukoma adalah kondisi tingginya tekanan bola mata yang selanjutnya akan berakibat pada kerusakan saraf mata, Tekanan bola mata yang meningkat dapat disebabkan oleh menumpuknya cairan yang berada di dalam mata. pada keadaan normal, cairan akan mengalir melalui saluran pada mata yang disebut dengan trabecular meshwork. Cairan akan menumpuk disebabkan oleh produksi yang berlebihan atau jika cairan tidak dapat dialirkan keluar dengan lancar.

penyebab dari glaukoma juga tergantung dari jenisnya, dan berikut ini adalah beberapa penyebab glaukoma menurut jenisnya:

  • Glaukoma sudut terbuka

Ini merupakan kondisi gangguan mata yang paling sering terjadi. Pada jenis ini, sudut drainase yang dibentuk oleh kornea dan iris dalam keadaan terbuka. Penyebab glaukoma tipe ini adalah penyumbatan parsial di trabecular meshwork. Hal ini menyebabkan penumpukan cairan dan meningkatkan tekanan bola mata. Biasanya kondisi tekanan pada mata ini bisa terjadi secara perlahan.

  • Glaukoma sudut tertutup

Pada kondisi glaukoma jenis ini, penyumbatan terjadi akibat sudut drainase yang tertutup atau iris menonjol dan menyumbat drainase cairan. Biasanya kondisi tekanan pada mata jenis ini terjadi perlahan tapi bisa mendadak pula.

  • Glaukoma tekanan normal

Penyebab dari glaukoma jenis ini bukanlah tekanan pada bola mata, tetapi belum diketahui secara pasti. Kerusakan saraf mata biasanya disebabkan aliran darah yang buruk atau hipersensitivitas. Aliran darah yang buruk dapat diakibatkan adanya penumpukan lemak, yang disebut juga aterosklerosis.

  • Glaukoma sekunder

Tekanan pada bola mata jenis ini disebabkan oleh kondisi kesehatan lain atau akibat dari obat-obatan. Kondisi tersebut dapat berupa diabetes yang tidak terkontrol atau tekanan darah tinggi. Beberapa obat yang dapat menyebabkan glaukoma yaitu obat golongan kortikosteroid.

  • Glaukoma kongenital

Tekanan pada bola mata jenis ini disebabkan karena adanya kelainan pada saat bayi baru lahir. Kecacatan tersebut dapat mengganggu drainase dan akhirnya membuat saraf mata menjadi lebih sensitif.

Ada juga faktor-faktor yang dapat meningkatkan resiko terjadinya glaukoma, faktor-faktor tersebut diantaranya adalah:

  • Usia lebih dari 60 tahun.
  • Memiliki riwayat keluarga dengan penyakit ini (orangtua atau saudara kandung).
  • Menggunakan obat-obatan tertentu dalam jangka waktu yang lama, misalnya obat tetes mata kortikosteroid.
  • Memiliki penyakit lain seperti diabetes, penyakit jantung, hipertensi, dan penyakit sel sabit.

Lalu Apakah glaukoma bisa disembuhkan? jawabanya bisa, lalu bagaimanakah cara penyembuhanya? berikut ini adalah cara yang biasanya dilakukan dan cara alternatif yang belum banyak diketahui orang, apasajakah itu? ini dia cara pengobatanya.

1. Pakai obat tetes mata

Pengobatan yang pertama adalah dengan menggunakan obat tetes mata, tapi tidak sembarang obat tetes mata yang digunakan, lalu apa? ini dia obat tetes mata yang paling sering dipakai oleh dokter.

  • Golongan analog prostaglandin. Contohnya adalah latanaprost,travoprost, tafluprost, dan bimatoprost. Untuk cara pemakaianya adalah satu kali sehari di malam hari. Kemanjuran obat ini baru bisa dirasakan dalam 4 minggu setelah memulai pengobatan glaukoma padahal ada cara lain yang bisa dirasakan hasilnya dalam 1 Minggu, KLIK DISINIYA. Salah satu efek samping yang paling sering terjadi adalah warna iris (lingkaran hitam mata) berubah menjadi lebih gelap.
  • Golongan antagonis β-adrenergik. Contohnya timolol dan betaxolol. Obat tetes mata golongan ini biasa digunakan pada pagi hari. Betaxolol akan menjadi pilihan dokter, jika sobat memiliki gangguan paru-paru.
  • Golongan inhibitor karbonik anhidrase. Contohnya dorzolamide dan brinzolamide. Obat golongan ini digunakan tiga kali dalam sehari dan dapat terus digunakan sebagai terapi jangka panjang. Efek samping dari obat ini yang paling sering adalah rasa pahit di mulut yang timbul setelah obat diteteskan.
  • Golongan parasimpatomimetik. Contohnya pilokarpin. Obat ini biasanya digunakan sebagai tambahan pada kasus tekanan bola mata tinggi dalam jangka waktu panjang yang sudah menjalani prosedur laser tapi target tekanan yang diinginkan belum tercapai.

Banyak juga efek sampingnya dari penggunaan obat tetes diatas, tapi sekarang ada lho yang tanpa efek sampingnya, Mau Tau? KLIK DISINI YA.!

2. Obat minum

Untuk obat yang diminum ada 2 jenis, yaitu:

  • Golongan inhibitor karbonik anhidrase. Contohnya adalah acetazolamide. Obat ini pada umumnya hanya digunakan untuk terapi singkat serangan glaukoma akut. Namun, pada beberapa kasus, obat ini dapat diberikan dalam jangka waktu panjang pada pasien yang tidak dapat menjalani operasi tapi obat tetes mata tidak lagi manjur.
  • Golongan hiperosmotik. Contohnya adalah glisero. Obat ini bekerja dengan cara menarik cairan dari dalam bola mata ke dalam pembuluh darah. Pemberian hanya dilakukan pada kasus-kasus akut dan dalam jangka waktu singkat (hitungan jam).

Akan tetapi terlalu banyak efek samping dari penggunaan obat minum diatas, Tenang saja karena sekarang ada lho cara yang tanpa efek samping dan bisa dirasakan hasilnya hanya dalam hitungan hari, Mau Tau? KLIK DISINI YA.!

3. Laser

Untuk cara dengan laser ada dua jenis laser yang dapat dilakukan untuk membantu menguras kelebihan cairan dari bola mata, ke dua jenis tersebut yaitu:

  • Trabekuloplasti. Tindakan ini biasanya dilakukan untuk orang yang memiliki glaukoma sudut terbuka. Laser membantu agar sudut yang menjadi tempat drainase dapat bekerja secara lebih maksimal.
  • Iridotomi. Tindakan ini dilakukan untuk kasus glaukoma sudut tertutup. Iris Anda akan dilubangi dengan menggunakan sinar laser agar cairan dapat mengalir lebih baik.

4. Operasi

Dan cara yang biasanya banyak ditempuh orang-orang adalah operasi,Tindakan operasi yang umum untuk mengobati kondisi ini, termasuk:

  • Trabekulektomi, dilakukan dengan membuat sayatan kecil pada bagian putih mata dan juga pembuatan kantong di daerah konjungtiva (bleb). Dengan cara demikian, kelebihan cairan dapat mengalir melalui sayatan tersebut menuju kantong bleb dan kemudian diserap oleh tubuh.
  • Alat drainase glaukoma. Tindakan ini berupa pemasangan implan serupa pipa untuk membantu mengalirkan ekstra cairan dalam bola mata.

Tindakan pengobatan yang disebutkan diatas sebenarnya adalah pengobatan yang bisa dikatakan beresiko apalagi tindakan operasi. karena sekarang ada cara untuk mengobati glaukoma yang tanpa resiko yang bisa dirasakan hasilnya dalam 30 hari/sebulan dan biayanya sangat jauh lebih murah dari Operasi. Mau tau cara apa itu? KLIK DISINI untuk tau lebih lanjut.

Oke mungkin itu saja ya pembahasan untuk hari ini tentang pengobatan glaukoma, semoga artikel ini bermanfaat untuk sobat semua, sampai jumpa lagi.

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: