Mengenal Rabun Tua

Mengenal Rabun Tua – Hallo sobat lepaskacamata.com bertemu lagi dengan admin, bagaimana kabarnya? semoga selalu dalam keadaan baik-baik saja ya.

Oke sobat sekalian pada kesempatan kita kali ini kita akan membahas tentang salah satu kelainan pada mata manusia yaitu presbyopia atau rabun/mata tua, sobat sudah tau tentang mata tua? jika belum ayo kita bahas sama-sama tentang mengenal Rabun tua pada artikel kita kali ini.

Apa Itu Presbyopia atau mata tua?

Presbyopia adalah gangguan mata yang ditandai dengan penurunan kemampuan lensa mata untuk berfokus melihat suatu objek pada jarak pandang yang dekat. Atau mata masih bisa fokus melihat sesuatu yang dekat, tapi butuh waktu yang lebih lama daripada mata normal.

Gangguan ini dapat terjadi dengan sendirinya sebagai proses penuaan normal dan dapat dialami oleh siapa saja. Istilah presbyopia itu sendiri berasal dari bahasa Yunani yang artinya “mata tua”. Umumnya seseorang mulai merasakan gangguan ini pada usia di atas 40 tahun.

Bagaimana bisa hal ini mempengaruhi pengelihatan?

Hal ini terjadi karena Lensa mata manusia terletak pada bagian mata dalam yang tepatnya di belakang selaput pelangi (bagian mata yang memiliki warna). Lensa mata berperan dalam mengatur banyaknya cahaya yang masuk ke mata bagian retina, yang terdapat pada mata bagian paling dalam.

Untuk menjalankan fungsinya, lensa mata bersifat fleksibel. Maksud dari fleksibel adalah lensa akan berubah bentuk saat mengatur cahaya. Namun, seiring pertambahan usia, lensa mata tersebut bisa menjadi lebih kaku dan lebih sulit untuk berubah bentuk.

Baca Juga Jenis-jenis Lensa Kacamata

Akibatnya mata akan membutuhkan waktu lebih lama untuk menangkap fokus pada objek yang ada di hadapannya. Ini karena cahaya tidak mengenai retina mata dengan tepat, khususnya pada saat mata melihat objek pada jarak yang dekat.

Gejala dari Presbyopia

Untuk gejala dari presbyopia yang pada umumnya muncul pada usia 40 tahun yang ditandai dengan penurunan kemampuan untuk membaca dan melihat dengan jarak dekat secara bertahap. Gejala-gejala umum yang dapat dialami oleh penderita presbyopia diantaranya adalah:

  • Mudah mengalami mata lelah saat sedang membaca.
  • Sakit kepala saat mencoba fokus pada objek dengan jarak dekat.
  • Mudah lelah melakukan pekerjaan yang membutuhkan penglihatan dengan jarak dekat.
  • Kesulitan membaca tulisan dengan huruf kecil.
  • Mengharuskan mengambil jarak pandang lebih jauh saat membaca.
  • Membutuhkan pencahayaan lebih teang untuk melihat jarak dekat.
  • Harus menyipitkan mata untuk melihat jarak dekat.

Itulah beberapa gejala jika seseorang menderita rabun/mata tua.

Apakah sama dengan rabun dekat(mata plus)?

Meskipun presbyopia atau rabun tua memiliki gejala yang sama dengan rabun dekat atau mata plus , misalnya gangguan penglihatan atau pandangan kabur dalam jarak dekat, keduanya merupakan kondisi yang berbeda.

Rabun dekat terjadi ketika bentuk mata lebih pendek dibandingkan ukuran mata normal atau kornea mata terlalu datar. Kecacatan tersebut menyebabkan cahaya tidak jatuh pada retina dengan tepat, sama seperti presbyopia. Rabun dekat sudah bisa terjadi saat seseorang dilahirkan, tapi presbyopia hanya dapat terjadi seiring dengan pertambahan usia.

Faktor Resiko Presbyopia

Untuk faktor resiko presbyopia, Usia merupakan faktor risiko yang paling berpengaruh dalam terjadinya presbyopia. Meskipun demikian, gejala presbyopia yang dialami seseorang bermacam-macam. Beberapa orang memiliki kondisi presbyopia yang lebih serius pada usia diatas 40 tahun.

Baca Juga Gejala Awal Mata Minus

Selain itu, presbyopia bisa terjadi lebih cepat atau sebelum berusia 40 tahun. Hal ini berkaitan dengan kondisi kesehatan tertentu. Beberapa faktor risiko dari yang dapat menyebabkan munculnya presbyopia lebih dini pada seseorang antara lain adalah:

  • Mengalami anemia.
  • Mengalami penyakit jantung.
  • Menderita diabetes.
  • Mengalami rabun dekat.
  • Gangguan pada sistem saraf (otak dan sumsum tulang belakang) seperti pada multiple sclerosis.
  • Mengalami myasthenia gravis atau gangguan saraf dan otot.
  • Mengalami penyakit mata, cedera, atau trauma pada mata.
  • Gangguan aliran darah ke jantung.

Beberapa zat dan obat-obatan berikut dapat memengaruhi fokus mata pada objek jarak dekat sehingga meningkatkan risiko mata tua. Di antaranya yaitu:

  • Alkohol
  • Obat penenang
  • Antidepresi
  • Antihistamin (obat alergi atau flu)
  • Antipsikotik
  • Antispasmodik
  • Obat diuretik

Selain faktor risiko diatas, mata juga lebih banyak dialami oleh perempuan, orang yang pernah mengalami tindakan pembedahan mata, dan orang yang memiliki pola makan tidak sehat.

Penanganan Penderita rabun/mata tua

Ada beberapa penanganan yang bisa dilakukan untuk menangani rabun/mata tua, cara penangananya diantaranya adalah.

  • Menggunakan kacamata baca. Khususnya jika sobat tidak pernah mengalami gangguan penglihatan sebelumnya. Kacamata baca bisa diperoleh di toko obat dan kacamata dengan ukuran lensa yang beragam, sesuai dengan kebutuhan masing-masing pasien.
  • Menggunakan lensa khusus. Baik dalam bentuk lensa kontak atau kacamata, penggunaan lensa khusus diperlukan untuk menyesuaikan kemampuan Anda dalam melihat dengan fokus lensa yang berbeda-beda.
  • Conductive keratoplasty (CK). Tindakan operasi mata ini dilakukan dengan menggunakan energi frekuensi radio untuk mengubah kelengkungan kornea. Meskipun penglihatan bisa langsung membaik, nanti hasilnya bisa hilang lagi seiring berjalannya waktu pada beberapa orang.
  • Laser-assisted in-situ keratomileusis (LASIK). Operasi mata dengan bantuan laser yang bertujuan untuk melakukan penyesuaian pengelihatan dan jarak pandang mata.
  • Penggantian lensa mata. Dilakukan dengan mengganti lensa mata alami dengan implan lensa mata sintetik intraocular.

Oke sobat sekalian mungkin itu saja pembahasan kita pada artikel kita kali ini tentang Mengenal Rabun Tua, semoga artikel kita kali ini berguna untuk sobat semuanya, sampai jumpa lagi. 🙂

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: