Mengenal Papilledema

Mengenal Papilledema – Hallo sobat lepaskacamata.com bertemu lagi dengan admin, dan pada kesempatan kita kali ini kita akan membahas tentang mengenal Papilledema, sobat tau apa itu Papilledema?  mungkin sobat sekalian jarang sekali mendengar istilah Papilledema, lau apakah itu Papilledema? dari pada semakin penasaran lebih baik kita langsung saja bahas tentang Mengenal Papilledema dibawah ini.

 Apa itu Papilledema?

Papilledema adalah suatu kondisi medis di mana terjadi pembengkakan saraf optik di area optic disc. Optic disc adalah area di mana saraf optik masuk ke dalam bagian belakang bola mata. Saraf optik yang melalui area optic disc ini terdiri dari kumpulan serat-serat saraf yang membawa informasi visual menyambungkan antara otak dengan retina mata.

Ketika papilledema terjadi, area optic disc yang berisi saraf-saraf optik ini mengalami pembengkakan. Karena itulah papilledema tergolong kondisi medis yang serius dan membutuhkan penanganan dokter.

Hallo sobat…. ada kabar yang harus sobat tau nih, jika sobat memiliki keluhan tentang penyakit mata, apapun keluhannya dan ingin konsultasi secara GRATIS? KLIK DISINI ya. Akan kami bantu menemukan solusi terbaik untuk sobat sekalian.

Penyebab dari Papilledema

Papilledema atau pembengkakan pada saraf optik ini timbul karena terjadi peningkatan tekanan di sekitar otak. Ketika tekanan dari sekitar otak meningkat, area optic disc akan tertekan sehingga bagian ini membengkak. Tekanan ini bisa terjadi karena peningkatan cairan serebrospinal atau disingkat CSF.

Cairan serebrospinal ini pada dasarnya mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang dan berfungsi melindungi otak dan sumsum tulang belakang dari kerusakan. Namun, peningkatan CSF dapat memenuhi bagian sekitar optic disc, sehingga saraf-saraf optik di bagian ini semakin tertekan dan membengkak.

Baca Juga Bahaya Glaukoma Pada Mata

Tekanan yang terjadi ini juga bisa timbul karena terjadi pembengkakan otak yang penyebabnya diantaranya adalah.

  • Cedera yang terjadi di kepala
  • Tidak memiliki cukup sel darah merah atau hemoglobin
  • Hidrosefalus
  • Perdarahan yang terjadi di dalam otak
  • Peradangan yang terjadi di dalam otak (ensefalitis)
  • Meningitis
  • Tekanan darah tinggi
  • Adanya nanah akibat infeksi di dalam otak (abses)
  • Tumor otak
  • Terkadang tekanan otak yang tinggi terbentuk tanpa alasan yang jelas, yang dikenal sebagai hipertensi intrakranial idiopatik. Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang yang mengalami obesitas.

Gejala dari Papilledema

Gejala awal atau tanda-tanda awal dari Papilledema diantaranya adalah.

  • Pandangan mata mulai menjadi kabur
  • Penglihatan mata menjadi ganda
  • Penglihatan mata menjadi seperti melihat ada kilat
  • Penglihatan mata menjadi tiba-tiba hilang dalam beberapa detik

Jika tekanan pada otak terus berlanjut, maka gejala dan tanda-tanda dan juga perubahan-perubahan di atas akan semakin terasa dan akan terjadi lebih lama dari sebelumnya. Dalam beberapa kasus, gejala bahkan jadi semakin parah dan tidak hilang-hilang.

ada juga gejala-gejala lain yang bisa terjadi oleh penderita Papilledema, diantaranya adalah.

  • Mual dan muntah
  • Sakit kepala
  • Seolah mendengar suara lain di telinga

Diatas adalah beberapa gejala yang terjadi oleh penderita Papilledema .

Hallo sobat…. ada kabar yang harus sobat tau nih, jika sobat memiliki keluhan tentang penyakit mata, apapun keluhannya dan ingin konsultasi secara GRATIS? KLIK DISINI ya. Akan kami bantu menemukan solusi terbaik untuk sobat sekalian.

Diangnosis yang dilakukan

Salah satu cara yang dilakukan untuk mendiagnosis papilledema adalah dengan menggunakan suatu alat khusus. dalam diagnosis ini Dokter akan menggunakan sebuah alat yang bernama oftalmoskop untuk melihat kondisi di balik bola mata penderita.

Tes lainnya yang biasanya akan diminta adalah MRI yang dapat memberikan gambaran lebih detail, dan lebih mungkin menunjukan apa penyebab tekanan yang tinggi terjadi di sekitar otak. MRI juga yang selanjutnya digunakan untuk melihat progres pengobatan papilledema dari waktu ke waktu.

Selain itu dokter juga bisa merekomendasikan pungsi lumbar pertama kali. Pungsi lumbar merupakan suatu prosedur penarikan cairan CSF untuk mengukur banyaknya CSF di sekitar otak dan di sumsum tulang belakang.

Cara Penanganan Papilledema

Untuk cara Penanganan yang dilakukan untuk penderita papilledema akan berbeda-beda, tergantung dari penyebabnya.

Pada dasarnya, untuk mengurangi tekanan akibat penumpukan cairan, dokter biasanya melakukan pungsi lumbar. Pungsi lumbar adalah suatu prosedur medis dengan memasukan jarum ke daerah tulang belakang untuk menarik atau menyedot cairan serebrospinal yang menumpuk, sehingga tekanan berkurang dan pembengkakan berkurang. Dokter juga biasanya memberikan resep berisi acetazolamide (Diamox) untuk menjaga tekanan sistem saraf Anda pada tingkat normal.

Baca Juga Perbedaan Minus dan Silinder

Obat lainnya yang akan diresepkan dalam kasus ini untuk meredakan pembengkakannya adalah pemberian kortikosteroid, seperti prednison (Deltasone), deksametason (Ozurdex), dan hidrokortison (Cortef). Obat-obatan ini bisa didapatkan dalam bentuk suntikan atau diminum.

Jika tekanan darah tinggi adalah yang menyebabkan terjadinya papilledema, maka dokter akan memberikan pengobatan untuk menjaga tekanan darah Anda. Pengobatan yang biasanya diberikan seperti:

  • Diuretik: bumetanide (Bumex) dan chlorothiazide (Diuril)
  • Beta blockers: atenolol (Tenormin dan esmilol (Brevibloc)
  • Penghambat ACE: captropil dan moexipril

Jika kondisi papilledema terjadi karena tumor otak, dokter akan merekomendasikan untuk melakukan operasi pengambilan bagian tumor yang berbahaya. Kemoterapi atau terapi radiasi juga diberikan untuk membuat ukuran tumor bisa lebih mengecil dan mengurangi pembengkakan yang terjadi.

Jika papiledema terjadi karena infeksi, dokter akan meresepkan antibiotik. Pengobatan infeksi berbeda-beda tergantung apa jenis bakteri yang menimbulkan infeksi tersebut. Jika terdapat abses, maka dokter akan melakukan kombinasi penanganan yakni dengan antibiotik dan pembuatan drainase untuk mengalirkan cairan dari otak.

Jika papilledema itu terjadi akibat cedera kepala parah, dokter akan mencoba mengurangi tekanan dan pembengkakan dengan melakukan pengeringan CSF dari kepala dan melepaskan sepotong kecil bagian tengkorak untuk menghilangkan tekanan.

Hallo sobat…. ada kabar yang harus sobat tau nih, jika sobat memiliki keluhan tentang penyakit mata, apapun keluhannya dan ingin konsultasi secara GRATIS? KLIK DISINI ya. Akan kami bantu menemukan solusi terbaik untuk sobat sekalian.

Komplikasi dari papilledema

Untuk komplikasi dari papilledema, Dilansir dari laman Healthline, ada beberapa komplikasi yang bisa terjadi pada papilledema. komplikasi yang terjadi itu di antaranya adalah:

  • Papilledema bisa menimbulkan kebutaan jika peningkatan tekanan terjadi dalam waktu yang lama tanpa ada pengobatan yang dilakukan
  • Papilledema dapat menyebabkan kerusakan pada otak
  • Stroke
  • Sakit kepala yang terjadi secara terus-menerus
  • Papilledema bahkan bisa sampai menyebabkan kematian

Melihat dampak yang terjadi dikarenakan karena papilledema, jika sobat merasakan gejala-gejala serta tanda-tanda terjadinya papilledema seperti yang sudah dijelaskan diatas lebih baik segera periksakan kedokter, dan jangan pernah menganggap sepele gejala-gejala serta tanda-tanda diatas.

Hallo sobat…. ada kabar yang harus sobat tau nih, jika sobat memiliki keluhan tentang penyakit mata, apapun keluhannya dan ingin konsultasi secara GRATIS? KLIK DISINI ya. Akan kami bantu menemukan solusi terbaik untuk sobat sekalian.

Oke sobat sekalian mungkin itu saja pembahasan kita kali ini tentang Mengenal Papilledema, semoga pembahasan kita kali ini berguna untuk sobat sekalian, sampai jumpa di lain kesempatan lagi ya sobat 🙂

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: