Mata Kering

Mata Kering – Hallo sobat sekalian berjumpa lagi dengan admin lepaskacamata.com, bagaimana kabar sobat sekalian? semoga selalu dalam keadaan baik-baik saja ya, oke pada kesempatan kita kali ini kita akan membahas sebuah topik yaitu tentang mata kering.

mata keris mungkin sering dirasakan oleh sobat-sobat sekalian karena mata kering sangat sering terjadi, lalu bagaimanakah cara penanganan mata kering? ayo langsung saja kita bahas dibawah ini.

Bagaimana Mata Kering Bisa Terjadi?

Mata kering bisa terjadi dikarenakan pada mata yang sehat, kornea akan terus dialiri oleh air mata ketika mata berkedip, untuk memberi nutrisi pada sel kornea dan melindungi kornea dari lingkungan luar.

Air mata merupakan senyawa yang terdiri dari campuran lemak, air, lendir, serta lebih dari 1500 protein yang membuat permukaan mata tetap halus dan terlindungi dari lingkungan sekitar, unsur yang mengganggu, atau kuman yang menimbulkan infeksi. Saat kelenjar di sekitar mata tidak bisa memproduksi air mata yang cukup atau saat  komposisi air mata berubah, maka permukaan luar mata yang berperan untuk meneruskan cahaya ke dalam mata juga dapat terganggu.

Nama lain dari penyakit mata kering adalah keratoconjunctivitis sicca atau sindrom mata kering. Mata kering lebih banyak dialami wanita dibandingkan pria, dan risiko mata kering juga makin meningkat pada usia yang sudah lanjut.

Gejala dari Mata Kering

Dibawah ini adalah gejala-gejala yang umum dialami oleh orang yang mederita mata kering, diantaranya adalah.

  • Mata menjadi bewarna merah.
  • Mata akan terasa panas.
  • Mata seperti berpasir dan kering.
  • Mata berair karena respon tubuh terhadap iritasi pada mata kering.
  • Mata akan menjadi sensitif terhadap sinar matahari.
  • Penglihatan akan menjadi buram
  • Sulit untuk membuka mata saat ketika bangun tidur, karena kelopak mata atas dan bawah akan menempel satu sama lain.
  • Terdapat lendir di dalam atau sekitar mata.
  • Memiliki kesulitan saat akan memakai lensa kontak atau saat berkendara di malam hari.
  • Mata akan terasa cepat lelah.

Untuk tingkat keparahan dari mata kering itu bervariasi, dimulai dari tingkat keparahan yang ringan sampai yang berat, akan tetapi kebanyakan penderita mata kering masih di golongkan ringan.

Baca Juga Cara Mengobati Mata Minus


Gejala mata kering juga dapat semakin parah saat penderita berada dalam kondisi tertentu, misalnya bekerja dengan melihat layar komputer selama berjam-jam, terlalu lama berada di lingkungan yang udaranya kering, atau membaca buku dalam waktu yang cukup lama. Kondisi mata kering bisa menyebabkan peradangan pada permukaan mata, sehingga menimbulkan jaringan parut pada kornea atau terjadi infeksi bakteri.

Penyebab dari Mata Kering

Mata kering dapat terjadi oleh banyak sebab, sebab-sebab dari mata kering diantaranya adalah.

  • Produksi air mata yang berkurang. Kondisi ini timbul karena usia tua, penyakit tertentu (misalnya diabetes, rheumatoid arthritis, lupus, skleroderma, sindrom Sjogren, gangguan hormon tiroid, kekurangan vitamin A), konsumsi obat-obatan tertentu (misalnya antihistamin, dekongestan, antidepresan, obat hipertensi, obat jerawat, obat penyakit Parkinson, atau obat terapi pengganti  hormon), kerusakan kelenjar air mata karena radiasi atau akibat operasi laser mata.
  • Air mata yang lebih cepat menguap. Kondisi ini dapat disebabkan oleh cuaca (angin, asap, atau udara kering), kondisi yang membuat jarang berkedip (saat membaca atau bekerja terlalu lama di depan layar komputer), kelopak mata yang berbalik ke luar (ektropion) atau berbalik ke dalam (entropion).
  • Komposisi air mata yang tidak seimbang. Air mata terdiri dari 3 komposisi, yaitu minyak, air, dan lendir, dengan komposisi tertentu. Ketika komposisi ini berubah, misalnya karena sumbatan kelenjar minyak, blefaritis, atau rosacea, dapat mengakibatkan mata kering.

Di samping dari beberapa penyebab yang disebutkan diatas ada juga resiko yang menyebabkan terjadinya mata kering semakin besar, resiko-resiko tersebut daintaranya adalah.

  • Usia yang sudah di atas 50 tahun. Semakin tua usia, produksi air mata akan cenderung berkurang.
  • Mengalami perubahan hormon. Kondisi ini sering terjadi pada wanita yang mengalami perubahan hormon karena kehamilan, konsumsi pil KB, serta menopause.
  • Pola makan dengan kandungan vitamin A yang rendah.
  • Memakai lensa kontak yang sering.

Diagnosis Mata Kering

Untuk menetapkan diagnosis mata kering, dokter mata akan menanyakan gejala yang dirasakan pasien dan riwayat penyakitnya, sebelum melakukan pemeriksaan fisik.

Guna mengukur volume air mata pasien, dokter akan melakukan Schirmer’s test. Melalui tes ini, dokter akan mengukur tingkat kekeringan pada mata dengan cara menempelkan potongan kertas khusus yang dapat menyerap cairan di kelopak mata bagian bawah selama 5 menit. Mata tergolong sebagai mata kering jika ukuran kertas yang basah kurang dari 10 milimeter dalam waktu 5 menit.

Baca Juga Ciri-Ciri Rabun Senja

Sementara untuk mengetahui kondisi permukaan mata, maka tes menggunakan tetes mata mengandung pewarna khusus (tes pewarna fluorescein) dapat dilakukan. Setelah memberi tetes mata pada pasien, dokter dapat melihat pola perubahan warna pada mata untuk mengetahui seberapa cepat mata menjadi kering. Tes pewarna fluorescein ini juga dapat menunjukkan area yang mengalami kerusakan pada permukaan mata.

Untuk melihat kerusakan permukan bola mata juga dapat dilihat melalui tes lissamine green atau pewarna khusus dalam sebuah kertas. Selanjutnya, kertas tersebut akan dibasahi dengan larutan saline dan ditempelkan ke permukaan mata. Melalui pola warna yang menempel pada permukaan bola mata, dokter dapat melihat tanda awal kerusakan pada mata. Selain pemeriksaan mata, pemeriksaan fisik secara keseluruhan juga akan dilakukan untuk mencari penyebab mata kering.

Pengobatan Mata Kering

Penanganan dan pengobatan mata kering ditujukan untuk membantu penderita meringankan gejala dan mengatasi penyebab mata kering. Jika penyebab mata kering terkait faktor medis, langkah penanganan yang perlu didahulukan adalah mengatasi penyebab tersebut. Contohnya, jika penyebabnya adalah efek samping dari konsumsi obat, maka dokter dapat menganjurkan penderita untuk mengganti obat yang tidak menimbulkan efek samping mata kering.

Untuk mata kering yang tergolong ringan atau hanya sesekali terjadi, maka penderita dapat menggunakan obat pelumas mata atau dikenal dengan air mata buatan, dalam bentuk tetes mata, gel, atau salep yang dijual bebas di apotik. Obat-obatan tersebut dapat melembabkan mata dan berfungsi sebagai pengganti air mata.

Selain itu, ada juga upaya lain juga bisa dilakukan di rumah untuk meredakan gejala atau mencegah sindrom mata kering, diantaranya yaitu:

  • Melindungi mata dari lingkungan yang menyebabkan mata kering, seperti cuaca berangin, panas, berasap, atau berdebu. Hindari lingkungan tersebut atau gunakan kacamata sebagai pelindung, serta gunakan pelembab atau penyaring udara di dalam ruangan.
  • Menghindari pemakaian riasan pada mata.
  • Berhenti merokok.
  • Mengatur lama kerja di depan layar komputer.
  • Menjaga kebersihan mata dengan menggunakan kompres hangat pada kelenjar di sektar mata, dan menghilangkan kotoran atau minyak pada kelopak mata.
  • Banyak mengonsumsi asam lemak omega-3 yang dapat memperbaiki kondisi mata kering. Omega-3 banyak terdapat pada beberapa jenis ikan, seperti makarel, tuna, sardine, atau salmon.

Mungkin itu saja ya sobat pembahasan kita kali ini tentang mata kering, semoga artikel ini bermanfaat untuk sobat sekalian, sampai jumpa lagi.

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: