Jenis-jenis Lensa Kacamata

Jenis-jenis Lensa Kacamata – hallo sobat lepaskacamata.com bertemu lagi dengan admin , rasanya sudah lama tidak berjumpa lagi di website lepaskacamata.com ini. oke sobat sekalian pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang jenis-jenis lensa kacamata.

walaupun sama-sama kacamata tetapi ada banyak jenis lensa yang digunakan, dan masing-msaing lensa tersebut memiliki perbedaan dan fungi yang berbeda juga. apa sajakah itu? ayo kita bahas bersama-sama tentang jenis-jenis lensa kacamata dibawah ini.

1. Lensa Kacamata Single Vision

Lensa single vision disebut juga sebagai lensa tunggal karena hanya terdiri dari satu titik fokus yang dapat memperbaiki gangguan penglihatan untuk satu ukuran saja.

Lensa tunggal biasanya digunakan untuk beberapa pengguna dengan keluhan seperti rabun jauh (miopi) dengan lensa minus, dan rabun dekat (hipermetropi) dengan lensa positifnya, serta penglihatan berbayang (astigmatisma) dengan lensa silinder.

2. Lensa Kacamata Bifokal

Sama seperti namanya, lensa ini memiliki dua titik fokus yang dapat membantu penglihatan dengan lensa jarak jauh di bagian atas dan lensa jarak dekat di bagian bawahnya. Lensa ini dikategorikan sebagai lensa yang cukup sering digunakan dan umumnya dapat ditemukan pada penderita usia 40 tahun ke atas dengan tingkat fokus lensa yang buruk (presbiopi) dikarenakan lanjut usia.

Titik fokus lensa pada bagian atas dapat digunakan untuk membantu kegiatan membaca, sementara pada bagian bawahnya diperuntukkan untuk melihat dalam jarak jauh.

3. Lensa Kacamata Transition

jenis-jenis lensa kacamata berikutnya adalah lensa transition, Keunikan dari lensa jenis transition ini adalah kemampuannya untuk berubah warna. Perubahan warna pada lensa terjadi karena adanya sifat cahaya yang terpolarisasi. Maka dari itu, pengguna yang sedang berada di luar ruangan dan terpapar oleh sinar matahari akan membuat lensa kacamata menjadi gelap. Sebaliknya, pengguna yang berada dalam ruangan dengan pencahayaan yang minim tidak akan merubah warna lensa dan akan membuatnya tetap menjadi bening.

lensa ini sangat cocok untuk sobat yang memiliki mata sensitif karena dapat melindungi mata sobat dari pancaran sinar ultraviolet yang berbahaya.

4. Lensa Kacamata Progresif

Sama eperti lensa bifokal, lensa progresif tidak jauh berbeda karena sama-sama memiliki titik fokus ganda yang berguna untuk mengoreksi rabun dekat dan rabun jauh. Keuntungan yang didapat dengan menggunakan lensa progresif adalah pengguna mampu untuk melihat dalam sudut pandang dengan jarak sedang. Akan tetapi, lensa progresif tidak memiliki garis pembatas seperti pada lensa bifokal.

Oleh karenanya itu, perubahan fokus tidak terlihat terlalu jelas pada lensa kacamata progresif, sehingga pengguna yang menggunakannya membutuhkan beberapa waktu agar bisa terbiasa. Lensa jenis ini biasanya dijadikan resep untuk pengguna yang mengalami gangguan penglihatan dimana pemusatan terjadi hanya pada objek dekat. Lensa progresif sering disebut juga sebagai lensa trifokal.

5. Lensa Kacamata Mirror


jenis-jenis lensa kacamata berikutnya adalah lensa mirror, lensa ini berbeda dengan jenis lensa sebelumnya yang tidak memiliki warna atau bening, lensa kacamata mirror adalah jenis lensa yang digunakan untuk kacamata hitam. Jenis lensa ini merupakan tren yang sedang diminati, karena menghadirkan nuansa yang lebih klasik jika dibandingkan dengan kacamata hitam kebanyakan.

Hal ini bisa jadi karena lensa kacamata mirror menghadirkan siluet dengan berbagai warna cerah yang menarik, serta bentuk yang beragam sehingga pengguna dapat dengan bebas memilih model yang sesuai dengan keinginan.

6. Lensa Kacamata Minus

Lensa kacamata minus adalah lensa yang digunakan untuk membantu penglihatan pengguna yang mengalami rabun jauh (miopi). Lensa minus berbentuk cekung dan cara kerjanya adalah dengan cara mengoreksi mata yang tidak terakomodasi ketika melihat dari jarak jauh. Titik fokus yang tadinya berada di depan retina dan bayangannya yang kabur diatur sedemikian rupa agar bayangan dapat tersebar dan jatuh tepat pada retina.

Baca Juga Gejala Awal Mata Minus

Lensa kacamata minus lebih sering digunakan ketika melakukan aktivitas di luar ruangan seperti saat berkendara atau berangkat ke kantor dan sekolah. Pengguna yang menggunakan lensa minus dalam jarak dekat untuk jangka waktu lama, terutama untuk yang menggunakan gadget, akan mengalami mata perih dan lelah lebih cepat.

7. Lensa Kacamata Plus

Jenis-jenis lensa kacamata berikutnya adalah lensa Plus, lensa ini adalah kebalikan dari lensa minus, lensa kacamata plus memiliki bentuk cembung. Lensa jenis ini juga memiliki fungsi yang berbeda dari lensa kacamata minus, seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Pengguna dengan rabun dekat (hipermetropi) memiliki sistem lensa yang lemah sehingga bayangan yang dipantulkan jatuh di belakang retina.

Lensa kacamata plus berguna untuk mengakomodasi mata pengguna dengan cara mengumpulkan cahaya dan memperbaiki titik fokus bayangan tersebut agar bisa jatuh tepat pada retina.

8. Lensa Kacamata Silinder

Lensa jenis silinder ini digunakan untuk membantu penglihatan pengguna dengan gangguan astigmatisma atau mata silinder. Penderita dengan gangguan astigmatisma memiliki bentuk bola mata yang kurang melengkung dan mengaburkan titik fokus berkas cahaya yang masuk ke dalam mata. sobat sekalian mungkin sering mendengar penderita astigmatisma yang tidak bisa membedakan garis mendatar (horizontal) dengan garis tegak lurus (vertikal) dalam waktu bersamaan karena bentuk kornea yang tidak bulat sepenuhnya.

Baca Juga Apakah Silinder Bisa Sembuh Dengan Cepat

Lensa kacamata silinder ini akan membantu penderita untuk membiaskan cahaya dengan benar baik secara horizontal maupun vertikal agar tidak menjadi kabur.

9. Lensa Kacamata Berubah Warna

Jenis-jenis lensa kacamata berikutnya adalah lensa berubah warna, Lensa kacamata jenis ini adalah yang dapat berubah warna atau photochromic sebenarnya adalah lensa transisi. Lensa jenis ini memiliki kandungan photochromicyang telah dipatenkan sehingga mampu berubah warna sesuai dengan paparan cahaya atau sinar UV yang ada. Makin besar intensitas cahaya, makin gelap tingkat warna yang dihasilkan lensa.

Sebaliknya, ketiadaan cahaya akan membuat lensa jenis ini menjadi jernih seperti biasanya. Lensa jenis  photochromic sangat baik untuk memelihara kesehatan mata dalam jangka panjang karena perlindungannya yang cukup kuat dan tahan lama.

10. Kacamata 5 Lensa

Apakah sobat sekalian penasaran tentang kacamata 5 lensa? apa sih sebenarnya kacamata 5 lensa itu? Secara sederhana, kacamata jenis ini adalah kacamata yang memiliki 5 lensa berbeda yang dapat digunakan sesuai kebutuhan. Maka dari itu, jangan kaget apabila melihat lensa kacamata yang dapat dilepas dan dipasang kembali. Kacamata 5 lensa dapat juga disebut sebagai kacamata clipon. bagi sobat yang ingin mencoba berbagai lensa dengan harga terjangkau bisa menggunakan kacamata 5 lensa ini.

Oke sobat itulah pembahasn kita kali ini tentang Jenis-jenis Lensa Kacamata, bagi sobat yang menderita masalah pengelihatan seperti mata minus, plus, silinder dan lainnya perlu di ingat bahwa kacamata hanya membantu pengelihatan bukan menyembuhkan, jadi jika ingin sembuh lebih baik disembuhkan, karena kacamata tidak menyembuhkan ya sobat.

Oke sobat sekalian mungkin itu saja ya, semoga artikel ini bermanfaat untuk sobat sekalian. sampai jumpa lagi. 🙂

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: