Ciri-Ciri Rabun Senja

Ciri-ciri rabun senja – Hallo sobat sekalian bertemu lagi dengan admin lepaskacamata.com bagaimana kabarnya? baik? semoga kita selalu dalam keadaan baik-baik saja ya.

oke pada kesempatan kita kali ini kita akan membahas suatu topik yaitu adalah ciri-ciri rabun senja, apasih rabun senja itu dan apa ciri-ciri rabun senja? ayo langsung saja kita bahas sama-sama dibawah ini.

Apa itu rabun senja?

Rabun senja, atau yang bisa juga disebut juga dengan nyctalopia, adalah penurunan daya penglihatan yang dialami oleh seseorang pada senja hari atau pada saat pencahayaan meredup, yang akibat kerusakan pada fungsi sel batang pada retina.

Pada penderita rabun senja, terjadi penurunan kemampuan mata untuk beradaptasi atau menyesuaikan penglihatan dengan pencahayaan yang redup. Hal ini bisa terjadi apabila terdapat degenerasi (penurunan fungsi) pada sel batang, yaitu sel saraf sensorik mata yang bekerja pada pencahayaan redup. Rabun senja juga bisa terjadi apabila terdapat kekurangan pigmen rhodopsin pada sel batang tersebut, bisa karena keturunan, bisa juga karena kekurangan vitamin A.

Penyebab dari rabun senja

untuk penyebab dari rabun senja ada banyak tetapi penyebab utama dari rabun senja atau nyctalopia adalah akibat dari kerusakan pada sel batang yang ada pada retina. Berikut ini adalah beberapa penyebab mengapa rabun senja bisa terjadi.

  • Rabun jauh atau bisa disebut dengan mata minus adalah ketidakmampuan mata dalam melihat benda atau objek dengan jarak yang jauh.
  • Katarak Kondisi ini biasa sering terjadi pada orang-orang sudah memasuki usia senja, atau bisa juga pada penderita diabetes, dan menyebabkan lensa mata tampak buram atau keruh, yang bisa berakibat pada kebutaan karena katarak adalah penyebab kebutaan nomer 1 di dunia.
  • Defisiensi vitamin A salah satu penyebab kondisi ini adalah penyakit fibrosis kistik yang mengakibatkan saluran pencernaan menjadi tersumbat oleh lendir yang kental dan lengket, sehingga tubuh tidak mampu untuk menyerap serat dan vitamin.
  • Retinitis pigmentosa Pada kondisi ini terjadi penumpukan pigmen pada retina dan menimbulkan penyempitan lapangan pandang yang dikenal dengan tunnel vision. Kondisi ini belum dapat diobati.
  • Glaukoma Adalah kondisi yang mengakibatkan kerusakan pada saraf optik akibat tekanan di dalam mata dan dapat semakin memburuk seiring berjalannya waktu.
  • Keratokonus Atau Penipisan kornea, hal ini disebabkan oleh rendahnya kadar antioksidan pada kornea, sehingga akan terjadi kerusakan pada jaringan kolagen dan menjadikan kornea menonjol. Selain faktor genetik, kondisi ini juga dapat disebabkan oleh paparan polusi udara.
  • Sindrom Usher Selain berpengaruh terhadap kemampuan melihat, kondisi ini juga dapat mengganggu daya pendengaran penderitanya.      

Diatas adalah beberapa penyebab dari rabun senja.

Baca Juga Perbedaan Minus dan Silinder

Ciri-Ciri Rabun Senja

berikut ini adalah beebrapa ciri-ciri rabun senja yang perlu diwaspadai sebebelum sebelum semakin parah. ciri-siri rabun senja yaitu.

  1. Mungkin anda akan merasa tidak kuat menonton televisi atau membaca buku terlalu lama.
  2. Kesulitan untuk melihat dimalam hari dan kesulitan melihat dalam pencahayaan yang kurang.
  3. Orang dengan rabun senja mungkin juga akan menderita mata kering.
  4. Penderita rabun senja akan sering mengeluhkan tentang penglihatan yang menjadi kabur dan mungkin juga memiliki gangguan penglihatan yang kurang baik.
  5. Penderi rabun senja mungkin tidak akan bisa melihat dengan jelas bintang bintang dilangit pada saat malam hari.
  6. Tidak bisa melihat atau akan kesulitan untuk melihat jalan pada saat malam hari.
  7. Mata akan membutuhkan waktu yang lebih banyak atau lama untuk beradaptasi ketika datang dari daerah yang memiliki cahaya yang terang benderang ke daerah yang gelap atau memiliki cahaya yang redup.

Itulah beberapa ciri-ciri rabun senja yang patut untuk diwaspadai oleh semua orang.

Gejala Rabun Senja

Selain dari ciri-ciri rabun senja diatas ada juga gejala-gejala yang dirasakan oleh penderita rabun senja diantaranya adalah
penderita rabun senja akan kesulitan untuk melihat pada malam hari, serta sulit untuk beradaptasi pada saat terjadi transisi dari terang menuju gelap. Selain dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi ini juga dapat membahayakan keselamatan diri penderitanya, terutama ketika penderita rabun senja sedang berkendara atau keluar pada saat malam hari.

Diagnosis Rabun Senja

Mengingat gejala dan ciri-ciri dari rabun senja tidak jauh berbeda dengan penyakit mata lainnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik serta menanyakan keparahan gejala yang dialami, waktu kemunculan gejala, aktivitas yang biasa dilakukan, penggunaan lensa mata, atau obat-obatan yang dikonsumsi. Selain itu, faktor genetika juga akan menjadi pertimbangan saat melakukan diagnosis rabun senja.

Untuk memastikan kecurigaan bahwa pasien menderita rabun senja, dapat dilakukan berbagai pemeriksaan tambahan pada mata, antara lain adalah.

  • Tes warna.
  • Tes refraksi mata.
  • Pemeriksaan dengan slit lamp.
  • Tes refleks pupil terhadap cahaya.
  • Pemeriksaan retina.
  • Pemeriksaan ketajaman penglihatan.
  • Elektroretinogram (ERG).
  • Pemeriksaan lapangan pandang.

Selain itu, tes darah juga mungkin akan dilakukan untuk memeriksa kadar glukosa dan vitamin A dalam darah penderita.

diatas adalah beberapa cara untuk mendiagnosis penderita rabun senja.

Baca Juga Tanda dan Gejala Katarak

Pengobatan Rabun Senja

Pengobatan rabun senja atau nyctalopia akan disesuaikan dengan tingkat keparahan dari rabun senja yang diderita penderita dan faktor penyebabnya. Pengobatan rabun senja yang ringan misalnya dengan penggunaan lensa kontak atau kaca mata, dapat menjadi pilihan bagi penderita.

Apabila penyebabnya adalah kekurangan vitamin A, penanganannya adalah dengan mengatur menu makan dan pemberian suplemen vitamin A akan diberikan.

Jika penderita mengalami katarak, operasi dapat dilakukan untuk mengganti lensa mata yang buram dengan lensa mata bening buatan.

Kondisi rabun senja yang disebabkan oleh faktor genetik umumnya tidak dapat diobati. Dalam hal ini, pasien akan disarankan untuk tidak berkendara atau melakukan aktivitas tanpa penerangan cukup pada malam hari.

Pencegahan Rabun Senja

Untuk cara pencegahan rabun senja, Rabun senja tidak dapat dicegah sepenuhnya, khususnya jika didasari oleh faktor  genetik. Namun, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menekan tingkat keparahan kondisi, seperti:

  • Mengonsumsi makanan dengan kandungan antioksidan dan mineral tinggi.
  • Memantau kadar gula darah secara rutin.
  • Menggunakan kacamata hitam saat beraktivitas di bawah panas terik untuk menghindari kesilauan.

Defisiensi Vitamin A kerap menjadi alasan utama rabun senja terjadi. Untuk menghindarinya, beberapa asupan makanan berikut dapat menjadi pilihan diantaranya adalah.

  • Ubi
  • Wortel
  • Labu
  • Mangga
  • Bayam
  • Sawi hijau
  • Susu
  • Telur

Itulah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya rabun senja.

Oke sobat sekalian mungkin itu saja pembahasan kita kali ini tentang ciri-ciri rabun senja, semoga artikel dan pembahasan kita kali ini berguna untuk sobat sekalian , sampai jumpa di kesempatan lainnya ya sobat 🙂

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: