Apa itu Uveitis?

Apa itu Uveitis? – Hallo sobat!! berjumpa lagi dengan admin lepaskacamata.com bagaimana kabarnya? semoga selalu dalam keadaan baik-baik saja ya, oke pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang sebuah penyakit pada mata yang mungkin kurang begitu familiar di telinga kita, yaitu Uveitis. Apa itu Uveitis? mari kita bahas sama-sama di bawah.

Uveitis adalah peradangan yang terjadi pada uvea atau lapian tengah pada mata, kondisinya ditandai dengan satu atau kedua mata terlihat sangat merah, hal ini terjadi karena pada uvea banyak pembulu darah. pada umumnya uveitis dialami oleh orang dewasa usia 20-50 tahun, namun terkadang juga bisa terjadi pada anak-anak.

uvea adalah lapisan tengah pada bagian dalam mata yang terdiri atas selaput pelangi mata (iris), lapisan pembuluh darah mata(koroid), dan jaringan ikat antara iris dan koroid (badan siliar). Uvea terletak di antara bagian putih mata (sklera) dan bagian belakang mata yang menangkap cahaya (retina). berdasarkan lokasi peradangannya, uveitis terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu.

  • Uveitis di uvea bagian depan (iritis atau uveitis anterior). Peradangan terjadi di bagian iris.
  • Uveitis di uvea bagian tengah (uveitis intermedia atau cyclitis). Peradangan terjadi di antara iris dan koroid.
  • Uveitis di uvea bagian belakang (choroiditis atau posterior uveitis). Peradangan terjadi di bagian koroid.
  • Uveitis di seluruh uvea (panuveitis). Terjadi ketika seluruh lapisan uvea mengalami peradangan.

uveitis juga dibedakan berdasarkan lamanya penderita mengalami uveitis, yaitu.

  • Uveitis akut, yaitu jenis uveitis yang berkembang dalam jangka waktu kurang dari 3 bulan.
  • Uveitis kronis, ketika peradangan terjadi secara berkelanjutan selama lebih dari 3 bulan.

Baca Juga Apa Itu Heterochromia Iridum?

sebagian besar uveitis sering dikaitkan dengan gangguan autoimun, yaitu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang tubuh sendiri. Beberapa kondisi autoimun yang terkait dengan uveitis, antara lain adalah:

  • Rheumatoid arthritis, yaitu peradangan sendi.
  • Psoriasis, yaitu peradangan kulit.
  • Ankylosing spondylitis, yaitu peradangan sendi pada tulang belakang.
  • Sarkoidosis, yaitu peradangan yang muncul di berbagai bagian tubuh, seperti paru-paru, kelenjar getah bening, mata, dan kulit.
  • Penyakit Kawasaki, yaitu peradangan dinding pembuluh darah.
  • Kolitis ulseratif, yaitu peradangan usus besar.
  • Crohn’s Disease, yaitu peradangan yang terjadi di dalam saluran percernaan, mulai dari mulut hingga anus.

Selain beberapa hal diatas, uveitis juga dapat disebabakan oleh hal lain, diantaranya adalah.

  • Cedera atau operasi mata.
  • Kanker mata.
  • Infeksi yang meliputi:
    • Herpes.
    • Tuberkulosis.
    • Toksoplasmosis.
    • Sifilis.
    • HIV/AIDS.
    • Histoplasmosis.
  • Paparan racun pada mata.

jika terjadi uveitis, gejala yang timbul dapat secara tiba-tiba atau bisa berkembang secara bertahap dalam jangka waktu beberapa hari. gejala-gejala terjadinya uveitis diantaranya adalah.

  • Nyeri di sekitar mata, terutama ketika mata sedang fokus pada satu hal atau benda.
  • Penglihatan kabur.
  • Mata merah.
  • Mata menjadi peka terhadap cahaya.
  • Ada titik kecil yang menghalangi penglihatan.
  • Penyempitan lapang pandang, yaitu kemampuan untuk melihat objek yang letaknya di samping.

beberapa pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengurangi peradangan pada mata, diantaranya adalah.

  • Obat-obatan, beberapa obat-obatan yang bisa dicoba diantaranya adalah.
    • Obat untuk mengurangi peradangan. Salah satu bentuk obat antiperadangan yang biasa diberikan adalah kortikosteroid. Obat ini bekerja dengan cara menghambat sistem kekebalan tubuh untuk melepaskan bahan kimia yang mungkin menyebabkan peradangan. Kortikosteroid tersedia dalam beragam bentuk, yaitu tetes mata, suntikan, dan tablet atau kapsul.
    • Obat untuk melawan bakteri atau virus. Jika uveitis disebabkan oleh infeksi, maka dokter akan memberikan obat antibiotik atau antivirus untuk mengendalikan infeksi.
    • Obat yang memengaruhi sistem imun atau menghancurkan sel. Jika uveitis terjadi pada kedua mata, maka pasien mungkin membutuhkan obat imunosupresif atau sitotoksik. Jenis obat ini dibutuhkan jika pengobatan dengan kostikosteroid gagal atau uveitis semakin parah dan pasien terancam mengalami kebutaan.
  • Operasi. Prosedur operasi mungkin akan dilakukan jika gejala yang muncul sudah cukup parah atau metode pengobatan menggunakan obat tidak efektif. Contoh operasi yang mungkin dilakukan adalah.
    • Vitrektomi, yaitu operasi bedah mata yang bertujuan untuk mengambil cairan vitreus pada mata.
    • Operasi penanaman sebuah alat pada mata. Bagi penderita uveitis posterior yang sulit diobati, sebuah alat akan ditanam di mata untuk menyalurkan obat kortikosteroid secara perlahan ke dalam mata. Pengobatan ini umumnya berlangsung selama 2-3 tahun.

Mau tau cara sembuh dari berbagai penyakit mata seperti minus, plus, glaukoma, floater, silinder, dan lainnya tanpa operasi dan dalam 30 hari sudah terasa hasilnya? KLIK DISINI.!

Taukah sobat jika uveitis tidak segera diobati, uveitis berpotensi menimbulkan beberpa komplikasi, diantaranya adalah.

  • Katarak
  • Glaukoma, yaitu kerusakan saraf yang menghubungkan mata dengan otak. Jika tidak segera diobati, glaukoma dapat menyebabkan kebutaan.
  • Ablasi retinayaitu kondisi ketika lapisan terdalam retina yang mengandung saraf, lepas dari lapisan luar retina yang mengandung pembuluh darah.
  • Edema makula kistoid, yaitu pembengkakan pada retina.
  • Sinekia posterior, yaitu peradangan yang menyebabkan iris melekat pada lensa mata.

Mungkin itu saja yang bisa kita bahas untuk hari ini tentang Apa itu Uveitis? semoga artikel ini bermanfaat untuk sobat sekalian, sampai jumpa lagi.

Orang Juga Mencari:

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: