Apa itu Trakhoma?

Apa itu Trakhoma? – Hallo sobat sekalian bertemu lagi degan admin lepaskacamata.com, bagaimana kabarnya? semoga selalu dalm keadaan baik-baik saja ya sobat.

oke sobat sekalian pada kesempatan kita kali ini kita akan membahas tentang sebuah topik yaitu Apa itu trakhoma? apakah sobat tau apa itu trakhoma? mungkin jarang yang tau karena jika kita mencari apa itu trakhoma di mesin pencarian google akan sangat sedikit artikel tentang trakhoma, jadi mari kita bahas tentang apa itu trakhoma dibawah ini.

Apa itu Trakhoma?

Trakhoma adalah salah satu infeksi bakteri yang terjadi pada mata. Penyakit ini adalah penyakit menular dan merupakan penyebab kebutaan tertinggi di dunia dengan kasus terbanyak ada di Afrika. Trakhoma aktif biasanya lebih umum menyerang anak-anak usia 3-5 tahun. Sementara pada usia orang dewasa, perempuan dewasa memiliki risiko lebih besar akibat frekuensi kedekatan yang lebih sering dibandingkan pria, misalnya pengasuh anak.

Trakhoma biasanya menyerang mata dan kelopak mata terlebih dulu dengan gejala awal berupa iritasi dan gatal ringan. Trakhoma ditularkan melalui kontak dengan penderita dengan memegang benda yang terpapar bakteri, misalnya menyentuh saputangan bekas menutupi batuk. Penularan juga bisa berasal dari cairan tenggorokan yang keluar. Jika tidak segera diobati, trakhoma dapat menyebabkan komplikasi serius hingga kebutaan.

Penyebab Trakhoma

Trakhoma adalah suatu infeksi yang disebabkan oleh bakteri bernama Chlamydia trachomatis. Bakteri ini juga bisa menyebabkan penyakit menular seksual chlamydia (klamidia) dan dapat ditularkan dari seseorang yang telah terinfeksi bakteri ini. Trakhoma dapat menular ketika orang yang terinfeksi menyentuh mata atau hidung mereka lalu menyentuh orang lain. Penularan trakhoma juga mungkin terjadi melalui perantara benda, serangga, atau lalat yang hinggap di mata. Lalat dapat membawa cairan yang mengandung bakteri dari mata maupun hidung ke orang lain. Benda-benda seperti handuk dan pakaian juga bisa menjadi media penularan trakhoma.

Bakteri penyebab trakhoma akan menyebabkan peradangan pada lapisan dalam dari kelopak mata dan akan menyebabkan infeksi. Infeksi yang terus berulang kemudian menyebabkan kelopak mata menjadi terlipat ke dalam. Pertumbuhan bulu mata menjadi ikut tumbuh ke dalam sehingga mengenai mata. Infeksi yang parah dan berulang dapat  menimbulkan jaringan parut pada kornea mata. Mata kemudian akan mengeluarkan lendir atau nanah yang mengandung bakteri yang bisa terbawa atau tertular kepada orang lain.

Ada juga beberapa faktor yang juga berperan dalam penularan trakhoma, beberapa faktor tersebut diantaranya adalah.

  • Populasi yang hidup dalam kemiskinan dan tempat tinggal yang terlalu padat atau berhimpitan, terutama di negara-negara miskin.
  • Sanitasi yang buruk berdampak pada rendahnya tingkat kesehatan individu atau pribadi manusia, misalnya tangan dan wajah yang tidak bersih turut mempermudah penyebaran penyakit ini.
  • Jumlah toilet yang minim atau tidak sesuai standar sanitasi yang layak akan meningkatkan risiko tertular
  • Populasi lalat yang tidak terkendali pada suatu daerah akan membuat area tersebut rawan terhadap berbagai infeksi, termasuk trakhoma.
  • Penyebaran trakhoma akan lebih tinggi jika area terkait memiliki populasi anak-anak yang tinggi juga, khususnya berusia 4-6 tahun.
  • Perempuan memiliki risiko mengidap trakhoma lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Hal ini dapat disebabkan oleh banyaknya kegiatan yang berhubungan dengan mengasuh atau berinteraksi dengan anak-anak.

Baca Juga Penyebab Mata Silinder

Gejala dari Trakhoma

Gejala dati trakhoma adalah gatal-gatal ringan yang terjadi di mata dan kelopak mata, tapi trakhoma juga memiliki gejal lain diantaranya yaitu.

  • Sakit mata
  • Pembengkakan mata
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Keluarnya cairan berupa lendir atau nanah dari mata
  • Meningkatnya detak jantung
  • Disusul dengan komplikasi pada telinga, hidung, dan tenggorokan

Gejala trakhoma membutuhkan proses yang lama sebelum akhirnya berkembang menjadi penyakit. Bakteri penyebab trakhoma memiliki periode inkubasi selama 5-12 hari sebelum seseorang mengalami gejala awal berupa iritasi atau peradangan pada lapisan terluar mata dan kelopak (konjungtivitis).

Gejala yang lebih menyakitkan umumnya juga muncul ketika anak telah tumbuh dewasa. Selain itu, gejala trakhoma juga dapat memengaruhi jaringan kelenjar pelumas di kelopak dan kelenjar penghasil air mata (kelenjar lakrimal) yang menyebabkan mata mengalami kekeringan yang berakibat pada semakin parahnya kondisi trakhoma tadi.

Terdapat 5 tahapan perkembangan penyakit trakhoma menurut penjabaran dari organisasi kesehatan dunia (WHO), 5 Tahapan perkembangan tersebut adalah.

  • Peradangan pada jaringan folikel yang mengandung limfosit, salah satu jenis sel darah putih. Folikel ini dapat dilihat di permukaan bagian dalam kelopak mata atas.
  • Peradangan (infeksi) menjadi makin parah dan menyebabkan iritasi serta penebalan atau pembengkakan pada kelopak mata atas.
  • Jaringan parut di bagian dalam kelopak mata yang muncul akan terlihat seperti garis putih tebal, jika dilihat dengan kaca pembesar. Tahap ini menyebabkan kelopak mata terlipat ke dalam atau disebut entropion.
  • Pertumbuhan bulu mata menjadi ikut terpengaruh hingga tumbuh ke dalam (trikiasis) dan menggesek kornea mata sebagai permukaan mata terluar.
  • Kornea yang terus-menerus tergesek akibat peradangan kelopak mata dan bulu mata yang tumbuh ke dalam kemudian akan menyebabkan menurunnya kualitas penglihatan, yaitu menjadi samar (corneal clouding).

Baca Juga Bahaya Mata Silinder

Pengobatan Trakhoma

Trakhoma dapat diobati dengan cara pemberian antibiotik dan memiliki tingkat penyembuhan yang bagus jika trakhoma dapat deteksi lebih awal. Pengobatan dapat berbeda jika ternyata penderita telah berada pada tahapan perkembangan trakhoma yang lebih serius. Ada beberapa jenis pengobatan trakhoma, diantaranya yaitu.

Pemberian obat-obatan, pemberian obat-obatan biasanya akan dilakukan pada tahap awal perkembangan trakhoma menggunakan antibiotik. Obat minum azithromycin atau salep mata tetracycline adalah beberapa contoh antibiotik yang akan diberikan oleh dokter.

Prosedur bedah mata adalah langkah yang mungkin dilakukan jika trakhoma telah berada pada tahap yang lebih parah, seperti:

  • Pemasangan perban berperekat di atas bulu

Tujuannya agar tidak menyentuh mata. Prosedur ini bersifat sementara atau jika tidak tersedia prosedur pengangkatan bulu mata di lokasi pasien berobat.

  • Pengangkatan bulu mata

Prosedur ini dapat dilakukan berulang kali untuk mencegah bulu mata tumbuh ke dalam dan melukai kornea mata.

  • Prosedur pemutaran kelopak mata

Prosedur ini dilakukan dengan membuat sayatan pada kelopak yang luka dan menjauhkan bulu mata dari kornea mata. Prosedur ini juga dapat membantu mencegah kerusakan kornea lebih jauh.

  • Transplantasi kornea.

Prosedur ini dilakukan jika trakhoma telah menyebabkan gangguan penglihatan yang serius akibat adanya jaringan parut pada kornea mata. Meski demikian, transplantasi kornea mata akibat trakhoma seringnya tidak mampu memperbaiki penglihatan atau tidak memiliki hasil yang bagus.

Infeksi trakhoma sangat menular dan dapat terjadi berulang kali hingga tindakan pengobatan biasanya dilakukan dalam skala yang lebih besar dan luas untuk menghentikan penyebaran pada daerah dengan kasus trakhoma yang banyak.

WHO menyarankan kepada suatu daerah dengan kasus trakhoma anak yang mencapai di atas 10 persen dari keseluruhan populasi untuk mendapatkan pengobatan trakhoma bagi seluruh anggota populasi tersebut.

Oke sobat sekalian mungkin itu saja pembahasan kita kali ini tentang apa itu trakhoma, semoga artikel ini berguna untuk sobat sekalian, sampai jumpa lagi.

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: