Penyakit Pada Retina

Penyakit Pada Retina – Hallo sobat! Pernah mendengar penyakit yang terjadi pada retina? Penyakit ini bisa dikatakan sangat berbahaya karena retina adalah bagian yang sangat penting yang ada pada mata. Langsung saja kita bahas apa saja yang penyakit apa saja yang bisa terjadi pada retina mata kita.

Retina adalah merupakan lapisan tipis yang berada di belakang mata dan mengandung jutaan sel yang sensitive terhadap cahaya, serta sel saraf yang menerima dan mengatur informasi visual pada otak melalui saraf optic. Dan pada bagian tengah jaringan saraf tersebut terdapat makula yang berperan untuk pengelihatan yang tajam dan terfokus, misalnya seperti untuk membaca atau melihat sesuatu secara detail.

Jika terjadi penyakit pada retina dapat menganggu pengelihatan, bahkan bisa mengakibatkan kebutaan saat keadaan sangat parah, ada beberapa penyakit yang bisa terjadi pada retina seperti degenerasi makula, lubang makula, retinitis pigmentosa, ablasi retina, retina robek, serta epiretinal membrane. Jika sobat merasakan seperti mengalami perubahan saat melihat seperti pengelihatan berkurang, terdapat bintik-bintik atau cahaya terang saat melihat, segera konsultasikan kepada dokter agar tidak semakin parah.

Penyaki Yang Biasa Terjadi Pada Retina

Walaupun berbeda penyakit tapi penyakit pada retina akan menunjukan gejala yang hampir sama, seperti padangan kabur, seperti ada bintik terapung atau sarang laba-laba yang menghalangi penglihatan, atau terganggunya lapangan pandang tepi.

Penyebab penyakit pada retina berbeda-beda tergantung penyakit yang diderita. Seperti contohnya

  1. Retinopati diabetik, yaitu komplikasi dari diabetes mellitus yang mengakibatkan kerusakan pada pembuluh darah retina. Kondisi ini membuat retina menjadi bengkak atau terdapat kapiler darah tidak nomal yang pecah sehingga padangan menjadi kabur atau terganggu.
  2. Retinitis pigmentosa, merupakan penyakit degeneratif yang berpengaruh pada retina. Adanya perubahan respons retina terhadap cahaya membuat kemampuan penderita dalam melihat semakin berkurang seiring waktu, namun tidak akan menjadi buta sepenuhnya.
  3. Degenerasi Makula, yaitu kerusakan pada pusat retina, sehingga membuat pandangan menjadi kabur atau ada bagian yang tidak terjangkau penglihatan. Ada dua jenis degenerasi makula, yaitu degenerasi kering dan basah. Gejala awal biasanya dimulai dengan bentuk kering, kemudian berkembang menjadi basah pada satu atau kedua belah mata.
  4. Lubang Makula, yaitu defek kecil pada bagian makula yang terbentuk karena tarikan abnormal antara retina dan vitreus, atau karena adanya cedera pada mata.
  5. Robekan retina, dapat terjadi pada penyusutan vitreus, yaitu jaringan berbentuk gel di bagian dalam bola mata, sehingga lapisan di bagian belakang bola mata tertarik. Pada area ini terdapat retina, yang dapat ikut tertarik dan robek, apabila tarikan yang terjadi cukup besar.
  6. Ablasi retina, terjadi pada robekan pada retina, di mana terdapat rembesan cairan melalui celah robekan dan mendorong retina terangkat dari jaringan penyangganya. Kondisi ini ditunjukkan dengan kemunculan cairan di bawah retina.
  7. Retinoblastoma, yaitu kanker mata langka yang umumnya terdiagnosis pada usia anak.
  8. Epiretinal membrane merupakan jaringan parut halus, terlihat seperti membran transparan tipis yang berkerut dan menempel di atas retina. Membran ini menyebabkan tarikan pada retina, sehingga pandangan menjadi kabur atau meliuk.

Mungkin lain waktu akan admin ulas tentang penyakit tersebut secara lebih mendalam di artikel selanjutnya.

Baca Juga 7 Makanan Menjaga Kesehatan Mata

Diagnosa Penyakit Pada Retina

Diagnosa penyakit pada retina dapat dilakukan melalui beberapa pemeriksaan diantaranya:

  1. USG, CT scan, dan MRI. Ketiga pemeriksaan ini dapat memberi gambaran untuk retina yang lebih jelas, guna membantu penetapan diagnosis dan pengobatan, termasuk untuk memeriksa kemungkinan adanya cedera atau tumor pada mata.
  2. Optical coherence tomography (OCT). Pemeriksaan ini dapat menampillkan gambaran dari retina, yang digunakan untuk mendeteksi adanya lubang makula, epiretinal membrane, pembengkakan makula, serta mengamati luas area yang terkena degenerasi makula.
  3. Tes Amsler grid, tes yang dilakukan untuk menguji ketajaman pandangan pusat.
  4. Angiografi dengan zat kontras. Pemeriksaan angiografi menggunakan cairan kontras fluoresen akan mengisi dan menandai pembuluh darah retina pada waktu dilakukan pemindaian. Melalui pemeriksaan ini dapat diketahui apabila terdapat sumbatan, kebocoran, serta kelainan pada pembuluh darah atau bagian belakang bola mata. Sedangkan untuk dapat mendapatkan gambaran pembuluh darah yang sulit terlihat di jaringan koroid yang terletak di belakang retina, cairan kontras yang digunakan adalah indocynanine green (ICG), yang dapat berpendar jika disinari oleh sinar inframerah.

Untuk pengobatan penyakit pada retina sendiri yang umum dilakukan adalah melalui tindakan operasi. Beberapa teknik yang dapat dilakukan adalah antara lain.

  1. Penyuntikan obat pada mata. Penyuntikan ini utamanya ditujukan pada vitreus atau gel bening pada mata. Tindakan ini digunakan untuk mengatasi degenerasi makula basah, pembuluh darah yang pecah pada mata atau retinopati diabetik.
  2. Vitrektomi, yaitu operasi mengganti gel pada vitreus dengan menyuntikkan gas, udara, atau cairan ke dalamnya. Tindakan ini dilakukan untuk mengobati pemisahan pada retina, lubang makula, trauma, atau infeksi pada mata.
  3. Cyropexy, yaitu pembekuan dinding luar mata untuk mengobati retina yang robek. Tujuannya adalah untuk memperlambat kerusakan akibat luka dan mengembalikan retina agar tetap berada di dinding bola mata.
  4. Scatter laser photocoagulation. Prosedur ini dapat dilakukan untuk menyusutkan pembuluh darah baru yang tidak normal atau pendarahan yang membahayakan mata. Tindakan ini berguna untuk mengobati retinopati diabetik.
  5. Pneumatic retinopexy, yaitu penyuntikan udara atau gas pada mata untuk mengatasi beberapa jenis pemisahan retina. Tindakan ini dapat dikombinasikan dengan cyropexy atau laser photocoagulation.
  6. Scleral buckling atau perbaikan permukaan mata guna mengatasi pemisahan retina. Tindakan ini diakukan dengan menambahkan silikon di luar permukaan mata (sklera) dan dapat dilakukan bersama tindakan lainnya.
  7. Implantasi prostesis retina yang dilakukan untuk orang yang sulit melihat atau menderita kebutaan akibat penyakit retina.
  8. Operasi laser yang dilakukan untuk memperbaiki robekan atau lubang pada retina. Selain memperbaiki robekan retina, pemanasan dengan sinar laser pada bagian yang robek tersebut juga akan menyebabkan terbentuknya jaringan parut yang dapat mengikat retina dengan jaringan penyangganya. Apabila operasi ini segera dilakukan pada kasus robekan retina, maka akan menurunkan risiko terjadinya ablasi retina.

Tapi taukah sobat jika sebenarnya masalah mata bisa disembuhkan tanpa jalan operasi? Mau tau cek disini.

Mengatasi Masalah Mata Tanpa Operasi

Mungkin itu saja yang bisa admin lepaskacamata.com bahas untuk hari ini, lain waktu akan admin bahasa penyakit pada mata satu-persatu agar lebih detail. Sampai jumpa lagi.

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: