Apa Itu Konjungtivis?

Apa Itu Konjungtivis? – Hallo sobat!! Pada kesempatan kali ini lepaskacamata.com akan membahas apa itu konjungtivis? Oke langsung saja apa itu konjungtivis? konjungtivis atau mata merah adalah sebuah peradangan yang terjadi pada konjungtiva atau selaput bening yang melapisi bagian depan mata. Pada saat itu bagian mata yang bewarna putih akan terlihat merah atau merah muda.

Hal ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri ataupun virus, namun alergi juga dapat memicu terjadinya mata merah, hal ini terjadi bisanya terjadi pada satu mata tapi akan menjangkit mata yang satunya lagi dalam beberapa jam.

Gejala Konjungtivis

Gejala konjungtivis yang sering terjadi adalah sering mengeluarkan air mata, mata menjadi merah, sensitif terhadap cahaya. Selain gejala yang umum diatas ada juga gejala menurut jenisnya.

Konjungtivis Infektif

Ciri-cirinya adalah Kelenjar getah bening yang membesar di depan telinga, Mata terasa seperti terbakar, Bulu mata akan terasa menempel atau lengket ketika bangun pagi, Mata terasa seperti berpasir.

Konjungtivis Alergi

Konjungtivis jenis ini terjadi akibat alergi dan menyebabkan mata terasa gatal, gejala seperti hidung berair dan tersumbat disertai bersin-bersin juga dapat terjadi.

Jika anda menderita alergi terhadap tetes mata ata yang biasa disebut contact dermaconjunctivitis, kelopak mata akan terasa perih dan menjadi kering.

Ada juga alergi terhadap pemakaian kontak lensa maka akan terjadi konjungtivis papiler raksasa (giant papillary conjunctivitis/GPC) gejala yang biasa muncul adalah berupa bintik kecil di dalam kelopak mata bagian atas dan berkembang secara perlahan.

Konjungtivis Iritan

Ciri-ciri yang biasa muncul adalah Penglihatan terganggu, Salah satu atau kedua mata berwarna merah pekat, Mata terasa sakit, Mengalami fotofobia atau sensitif terhadap cahaya, Pusing hebat yang disertai rasa mual atau muntah.

Kemudian konjungtiva disebabkan oleh apa?  Penyebab konjungtiva berbeda-beda tergantung dari jenisnya, seperti yang akan dijelaskan dibawah ini.

Konjungtivis Alergi

Konjungtiva alergi terjadi akibat adanya reaksi alargi pada mata setelah bersentuhan dengan zatalergen, dan ternyata konjungtiva alergi terbagi lagi ke dalam tiga tipe yaitu:

  1. Contact dermatoconjunctivitis

Konjungtivitis alergi tipe ini penyebab umumnya adalah oleh obat tetes mata. Selain itu, penggunaan riasan wajah dan paparan zat kimia juga bisa menjadi penyebabnya.

  1. Konjungtivitis papiler raksasa

Penyebab terjadinya Apa Itu Konjungtivis? papiler raksasa adalah lensa kontak, bagian mata buatan atau prostesis yang dipasang saat operasi mata, serta jahitan yang digunakan pada operasi mata. Diperkirakan sekitar satu persen orang yang menggunakan lensa kontak keras dan tiga persen pengguna lensa kontak lunak terkena konjungtivitis papiler raksasa.

  1. Konjungtivitis alergi menahun

Orang-orang yang memiliki alergi lain, seperti asma dan rhinitis alergi, lebih sering menderita konjungtivitis tipe ini. Konjungtivitis alergi menahun lebih sering disebabkan oleh tungau debu, kelupasan kulit mati hewan, dan serbuk sari dari pohon, bunga atau rumput.

Konjungtivis Iritasi

Penyebabnya beragam, tapi yang paling sering terjadi adalah Sampo, Asap atau uap, Bulu mata yang menyimpang dan menggesek konjungtiva, Berenang di kolam yang airnya mengandung klorin.

Konjungtivis Infektif

Konjungtivis ini terjadi akibat adanya infeksi pada mata yang biasanya dipicu oleh:

  1. Virus

Adenovirus merupakan salah satu virus yang paling sering menyebabkan konjungtivitis. Selain itu, virus ini juga bisa menyebabkan gejala demam dan sakit tenggorokan.

  1. Penyakit Menular Seksual

Seperti gonore atau chlamydia.

  1. Bakteri

Bakteri yang sering menyebabkan terjadinya infeksi tekinga dan lambung juga bisa menjadi penyebab konjungtivis

Penderita konjungtivis infektif juga bisa menularkan infeksi mata pada orang lain yang berdekatan denganya, yang terjadi melalui kontak langsung ataupun tidak langsung. Oleh sebeb itu maka disarankan untuk selalu mencuci tangan sampai bersih usai bersentuhan dengan penderita, serta jangan pernah berbagi handuk atau bantal dengan mereka.

Ada juga bebarapa faktor yang dapat meningkatkan seseorang terkena konjungtivis infektif, di antaranya adalah:

  1. Menderita diabetes atau penyakit lain yang membuat sistem kekebalan tubuh menjadi lemah.
  2. Berada di tempat yang ramai dan padat (misalnya di dalam kereta atau bus).
  3. Anak-anak sangat rentan terkena penyakit ini karena mereka sering berinteraksi dengan teman-temannya di sekolah. Selain itu, lansia juga rentan karena sistem kekebalan tubuh yang melemah seiring menuanya usia.
  4. Menderita blefaritis atau peradangan pada sisi kelopak mata yang disebabkan oleh bakteri.
  5. Memiliki riwayat infeksi saluran pernapasan.
  6. Mengonsumsi obat-obatan yang melemahkan sistem kekebalan tubuh, seperti kortikosteroid atau sering disebut juga dengan steroid.
  7. Penggunaan lensa kontak

Terus bagaimana pencegahanya agar kita tidak terkena penyakit Apa Itu Konjungtivis? Ada beberapa hal yang bisa menjadi cara untuk mencegah konjungtivis antara lain.

  1. Sering mencuci tangan dan mengganti sarung bantal.
  2. Menggunakan handuk atau lap yang bersih dan jangan memakai handuk orang lain.
  3. Membuang riasan mata yang sudah terpakai dan jangan berbagi pemakaian riasan dengan orang lain.
  4. Jangan menggosok atau menyentuh mata yang terinfeksi.
  5. Membersihkan mata dengan kapas, lalu cuci tangan Anda dengan air hangat dan sabun.
  6. Jangan menggunakan obat tetes mata yang pernah dipakai untuk mata yang terinfeksi guna menghindari penularan.
  7. Jika terkena infeksi mata, jangan pergi bekerja atau bersekolah hingga konjungtivitis tidak lagi menular.
  8. Menghindari penggunaan lensa kontak saat terserang infeksi pada mata. Sebagai gantinya, Anda bisa menggunakan kacamata.

Itulah cara sederhana yang bisa dilakukan untuk mencegah mata anda terkena penyakit konjungtivis.

Mungkin itu saja yang bisa lepaskacamata.com sampaikan hari ini, semoga artikel ini bermanfaat bagi sobat sekalian.

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: